Boyolali – BBPOM di Semarang bersinergi bersama Disdagperin dan DPMPTSP Kabupaten Boyolali melakukan kampanye keamanan pangan kepada komunitas pasar dan bagi pedagang di Pasar Cepogo Boyolali, Rabu (13/10/2026). Sinergi dilakukan dengan Disdagperin dan DPMPTSP Kabupaten Boyolali dimana pada saat yang bersamaan juga menyelenggarakan agenda fasilitasi penerbitan Nomor Induk Berusaha ( NIB ) bagi pedagang pasar maupun Pedagang Kaki Lima ( PKL ) dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga pangan strategis.
BBPOM di Semarang melakukan kampanye keamanan pangan kepada pedagang dan pengunjung pasar Cepogo . Kampanye ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat Boyolali mengenai keamanan pangan. Tak hanya melakukan kampanye, BBPOM di Semarang juga menunjukkan display produk pangan yang tidak memenuhi syarat keamanan, Tanpa Izin Edar dan mengandung bahan kimia berbahaya.
Pada kesempatan ini, petugas BBPOM Semarang melakukan sosialisasi keamanan pangan dan bahan berbahaya pada produk pangan, membagikan leaflet, mengajak pedagang dan pengunjung untuk menerapkan CEK KLIK, serta melakukan sampling dan uji pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya. Selanjutnya, pedagang dan pengunjung pasar Cepogo diajak untuk mengujikan pangan untuk mengetahui apakah produknya aman dari bahan berbahaya seperti Boraks, Formalin, Methanyl Yellow dan Rhodamin b. Pengunjung pasar terlihat antusias mendengarkan penjelasan petugas BBPOM terkait bahan berbahaya pada pangan.
“Pilihlah makanan yang warnanya wajar, bukan merah mencolok, jangan tergoda warna yang terlalu cerah, kemungkinan itu pewarna berbahaya Rhodamin B. Ingat, warna menarik belum tentu aman!”, jelas petugas BBPOM Semarang.
Petugas juga melakukan uji terhadap beberapa makanan yang dijual di Pasar Cepogo, hasilnya ada makanan yang berwarna merah mencolok positif mengandung Rhodamin B. Adapula teri yang positif mengadung Formalin. Selanjutnya para pedagang yang menjual pangan mengandung bahan berbahaya diberikan edukasi agar menjual pangan yang aman.
Kampanye keamanan pangan ini merupakan salah satu aksi BBPOM di Semarang dalam mendukung replikasi program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) yang akan dilanjutkan oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Disdagperin di tahun 2027 secara mandiri.
BBPOM di Semarang sangat mendukung replikasi PPABK ini untuk upaya keberlanjutan dan memperluas penerapan keamanan pangan di wilayah Kabupaten Boyolali. Melalui kampanye kepada pengelola pasar, pedagang, serta pemangku kepentingan terkait kali ini, diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk mendorong dalam mewujudkan proses replikasi program pasar pangan aman berbasis komunitas di tahun mendatang.
Replikasi ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat dalam memperkuat pengawasan pangan secara mandiri dan berkelanjutan sehingga masyarakat memperoleh pangan yang aman dan bermutu.