Pada masa kini, masyarakat Indonesia umumnya mampu mengkonsumsi jumlah bahan pangan yang cukup. Namun dari segi jenis dan kualitas bahan pangan yang dikonsumsi, harus pula diakui bahwa masih cukup banyak masyarakat Indonesia yang belum mampu mencukupi kebutuhan gizi minimumnya. Hal tersebut sering tidak menyebabkan individu yang mengalaminya merasakan adanya lapar. Namun bila hal ini terjadi pada kurun waktu yang cukup panjang, maka akan menyebabkan gejala-gejala terganggunya kesehatan. Kondisi semacam ini sering disebut sebagai kelaparan yang tersembunyi, kelaparan gizi, atau mal nutrisi. Salah satu cara penanganan permasalahan ini adalah dengan pangan fortifikasi.
Dalam rangka Penguatan Jejaring Pengawasan Pangan Daerah Terkait Produk Fortifikasi, Balai Besar POM di Semarang menyelenggarakan Pertemuan Advokasi Penguatan Jejaring Pengawasan Produk Pangan Fortifikasi pada tanggal 25-26 November 2014 di Hotel Amaris Semarang. Acara dibuka oleh Kepala Balai Besar POM di Semarang, Drs. Agus Prabowo, Apt., MS. dan dihadiri peserta berjumlah 60 orang dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, SETDA Prop Jawa Tengah ( Biro Sosial Produksi, Biro Bina Produksi, Biro Perekonomian, Biro Biro Hukum), Bina Mitra POLDA Jawa Tengah, Polisi Pamong Praja Prop Jawa Tengah, Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Semarang, Tim Penggerak PKK Propinsi Jawa Tengah, Iodine Deficiency Disorders (IDD) Centre Universitas Diponegoro Semarang, Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Semarang, Ketua Asosiasi Produsen Garam Konsumsi Beryodium Jawa Tengah, Dinas Koperasi dan UMKM Propinsi Jawa Tengah, Badan Ketahanan Pangan Propinsi Jawa tengah, LSM Mikro Nutrien, BAPPEDA Kabupaten Pati, BAPPEDA Kabupaten Rembang, Disperindag Kabupaten Pati dan Rembang, Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dinas Kesehatan (Kota Semarang,Kab Pati,Kab Rembang), Pengusaha Pangan Fortifikasi (5 produsen minyak goreng dan tepung terigu ), Produsen Garam (Kab Pati 3 ; Kab Rembang 1).
Narasumber pertemuan ini berjumlah 6 orang yang terdiri dari Drs. Agus Prabowo, Apt., MS selaku Kepala BBPOM di Semarang, Dra. Dian Putranti, Apt. dari Badan POM RI, Putut Suharjanto, SH., M.Si dari Disperindag Prop Jateng, Ahmad Yazid, SKM, MKes dari Dinkes Prop Jateng, Hengki SWP. SH dari BAPPEDA Prop Jateng, Ir. Lilik Harnadi, M.Si., M.Sc. dari Dinas Kelautan dan Perikanan Prop Jateng.
Pertemuan Pertemuan Advokasi Penguatan Jejaring Pengawasan Produk Pangan Fortifikasi ini dihasilkan beberapa kesepakatan yang disetujui oleh seluruh peserta kegiatan Advokasi untuk Penguatan Jejaring Pengawasan Pangan Fortifikasi di Jawa Tengah yaitu seluruh pemangku kepentingan yang mengikuti kegiatan ini berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan pangan fortifikasi yang aman, bermutu dan bergizi dalam rangka membangun keamanan pangan di Indonesia, Penguatan Jejaring Pembinaan dan Pengawasan Produk Pangan Fortifikasi Propinsi Jawa Tengah merupakan bagian dari Tim RAD-PG Propinsi Jawa Tengah dengan leading sector ada di Bidang Industri Agro Kimia dan Hasil Hutan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah didampingi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Semarang. Bahwa koordinasi yang telah terbentuk selama ini akan ditingkatkan dengan menjalin komunikasi yang lebih intensif melalui media komunikasi surat menyurat, telepon dan atau email masing-masing pemangku kepentingan. Monitoring dan evaluasi kegiatan pembinaan dan pengawasan oleh masing-masing pemangku kepentingan dilaksanakan minimal satu kali setiap tahun, dan Lingkup pembinaan dan pengawasan yang dilakukan mulai dari tingkat produksi hingga konsumen.
Balai Besar POM di Semarang