Perkuat Transformasi Digital Pengawasan, BBPOM Semarang dan BBPOM Bandung Kolaborasikan SIMONCER dan GALURA

10-09-2026 Umum Dilihat 30 kali

Magelang — Semangat kolaborasi dan transformasi digital terus diperkuat di lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Balai Besar POM di Semarang dan Balai Besar POM di Bandung memperkuat sinergi melalui Pencanangan Kolaborasi Inovasi SIMONCER dan GALURA yang dilaksanakan di Grand Artos Hotel & Convention, Magelang, pada (9-10/09/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum bagi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan POM untuk saling berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengembangan inovasi berbasis teknologi informasi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi digital yang adaptif, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan efektivitas dan kualitas pengawasan obat dan makanan.

Kenalkan Dua Inovasi Digital

Salah satu agenda utama kegiatan adalah pemaparan inovasi SIMONCER dan GALURA. Pada sesi tersebut, masing-masing tim pengembang memperkenalkan inovasi yang telah dikembangkan sekaligus berbagi pengalaman dalam implementasinya.

Dari BBPOM di Semarang, dipaparkan SIMONCER (Sistem Monitoring Evaluasi CAPA Terintegrasi). Inovasi ini dikembangkan untuk mendukung proses monitoring dan evaluasi Corrective Action Preventive Action (CAPA) secara lebih terintegrasi.

Melalui SIMONCER, proses pemantauan tindak lanjut CAPA diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Pemanfaatan teknologi informasi menjadi bagian penting dalam memastikan proses monitoring dapat dilakukan secara sistematis dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Sementara itu, BBPOM di Bandung memperkenalkan GALURA sebagai inovasi digital yang dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan proses bisnis di lingkungan BBPOM di Bandung. Pemaparan GALURA memberikan gambaran mengenai konsep, implementasi, serta pengalaman pengembangan inovasi yang dapat menjadi pembelajaran bagi UPT lainnya.

Pertukaran pengalaman dari kedua inovasi tersebut menunjukkan bahwa setiap UPT memiliki praktik baik dan solusi digital yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi.

Dari Berbagi Inovasi Menuju Kolaborasi

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan pembahasan peluang kolaborasi antara SIMONCER dan GALURA serta inovasi lainnya.

Diskusi tidak hanya berfokus pada aplikasi yang telah berjalan, tetapi juga membahas peluang pengembangan fitur, arsitektur sistem, implementasi inovasi digital, serta kemungkinan integrasi aplikasi untuk mendukung peningkatan kinerja pengawasan Badan POM.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mengubah praktik baik yang sebelumnya berkembang di masing-masing UPT menjadi pengetahuan bersama yang dapat dimanfaatkan secara lebih luas.

Dengan semangat sharing, learning, and collaborating, inovasi tidak lagi dipandang sebagai solusi yang berdiri sendiri, tetapi sebagai bagian dari ekosistem digital yang dapat saling terhubung dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi organisasi.

Dorong Inovasi yang Adaptif dan Berkelanjutan

Pencanangan kolaborasi SIMONCER dan GALURA juga menjadi wujud komitmen UPT Badan POM dalam mendukung percepatan transformasi digital. Pengembangan inovasi diharapkan tidak berhenti pada penciptaan aplikasi, tetapi terus berkembang sesuai kebutuhan organisasi dan pengguna.

Melalui kolaborasi antartim inovasi, berbagai pengalaman dan pembelajaran dapat menjadi dasar untuk melakukan penyempurnaan sistem, meningkatkan kualitas layanan, serta menciptakan proses bisnis pengawasan yang semakin efektif dan efisien.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan antara BBPOM di Semarang dan BBPOM di Bandung, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan UPT Badan POM lainnya.

Pada akhirnya, kolaborasi SIMONCER dan GALURA diharapkan dapat memperkuat ekosistem inovasi digital Badan POM yang adaptif, terintegrasi, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja pengawasan obat dan makanan dan kualitas pelayanan publik.

Sarana