Semarang — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang resmi menerapkan penggunaan aplikasi Surat Edaran Recall Terintegrasi (SERASI) untuk mempercepat dan mempermudah proses pengawasan serta penarikan produk (recall) obat maupun makanan yang tidak memenuhi syarat mutu serta keamanan di wilayah Jawa Tengah.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen BBPOM di Semarang dalam mentransformasi sistem pengawasan berbasis digital. Dengan aplikasi SERASI, proses pengawasan terhadap produk yang tidak memenuhi syarat mutu serta keamanan dapat dilakukan oleh petugas saat di lapangan menjadi lebih cepat, tepat dan terintegrasi dengan menggunakan mobile phone masing-masing.
Hadirnya aplikasi SERASI diawali dengan permasalahan yang ditemui saat mengidentifikasi terhadap produk yang telah ditarik dari peredaran atau product recall di sarana yang diawasi. Sebelumnya petugas masih menggunakan data yang dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu lama serta terfragmentasi. Setelah aplikasi SERASI hadir dan diimplementasi, petugas dapat memangkas alur lebih pendek, sehingga informasi bahaya pada produk yang masuk dalam list product recall dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti. Efisiensi waktu dalam penarikan produk bermasalah sangat krusial guna mencegah paparan produk berbahaya yang berisiko terhadap kesehatan masyarakat. Aplikasi ini memastikan produk yang masuk kategori bahaya atau substandard dapat segera dikarantina dan ditarik dari pasaran.
BBPOM di Semarang terus berkomitmen dan berupaya untuk membangun ekosistem pengawasan Obat dan Makanan yang responsif, transparan, serta adaptif terhadap perkembangan rantai pasok modern dengan menghadirkan berbagai inovasi yang memudahkan bagi petugas dan masyarakat.