Boyolali - Memperingati Hari Desa Nasional (HDN) 2026, BBPOM di Semarang berkesempatan ikut meramaikan dengan mengikuti gelar Pameran Produk Unggulan Desa di kawasan Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Rabu (14/1/2026). Pameran tersebut dibuka langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (Mendes PDT RI) Yandri Susanto. Hadir pula pada kesempatan itu, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, dan Bupati Boyolali Agus Irawan selaku tuan rumah.
BBPOM di Semarang yang membuka stand pameran edukasi Obat dan Makanan berkesempatan dikunjungi oleh Menteri Yandri. Stand BBPOM di Semarang menampilkan contoh produk-produk Obat Dan Makanan yang tidak aman untuk dikonsumsi dan berbagai leaflet maupun brosur tentang Keamanan Pangan.
Stand pameran juga diramaikan oleh dua UMKM Pangan di Boyolali yang menjadi binaan BBPOM Semarang yang menggelar produk pangan unggulannya. Dua UMKM pangan tersebut adalah Nasindo "nasi instan seduh" dan Vio Yogurt yang sudah berhasil mengantongi izin edar BPOM RI MD. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan kepada pelaku UMKM Pangan Boyolali bahwa pengurusan izin edar MD tidak sulit dan telah ada UMKM yang berhasil memperoleh izin edar tersebut. Keberadaan dua UMKM pangan ini juga diharapkan mampu mendorong dan memberi semangat kepada UMKM pangan olahan lain yang ada di Kabupaten Boyolali untuk mengurus izin edar BPOM.
Puncak peringatan acara HDN 2026 pada tanggal 15 Januari diisi dengan pemberian penghargaan bagi desa berprestasi, penghargaan bagi instansi yang mendukung, serta berbagai kegiatan perayaan yang diikuti oleh perwakilan kepala desa se-Indonesia dan komunitas setempat.
Tema Bangun Desa Bangun Indonesia yang diusung pada Hari Desa Nasional 2026 selaras dengan program desa pangan aman yang menjadi program nasional Badan POM. Dibuktikan dengan pemberian penghargaan oleh Kemendes kepada Badan POM atas dukungan dan komitmen menyukseskan Asta Cita ke-6 : membangun dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, dan pemberantasan kemiskinan melalui desa pangan aman.
Penghargaan ini diterima oleh Direktur Pemberdayaan Masyarat Dan Pelaku Usaha Pangan Olahan Badan POM, Agus Yudi dan Kepala BBPOM di Semarang, Rustyawati. Ini menjadi motivasi awal tahun 2026 bagi BBPOM Semarang untuk dapat terus melaksanakan program Desa Pangan Aman di desa-desa dan memberikan semangat bagi desa agar mampu memaksimalkan potensi dan keunggulan yang dimiliki.