Edukasi Sejak Dini, BBPOM di Semarang Ajak Ratusan Siswa SMPN 32 Semarang Jadi Konsumen Cerdas

04-11-2026 Umum Dilihat 19 kali

Semarang – Dalam upaya mewujudkan generasi muda yang sehat dan paham akan keamanan pangan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang hadir menyapa para siswa SMPN 32 Semarang pada Selasa (3/11/2026). Kegiatan penyuluhan keamanan pangan yang berlangsung penuh antusias ini diselenggarakan di Aula SMPN 32 Semarang dan diikuti oleh 288 orang siswa kelas 7 serta 5 orang guru pendamping.

Kegiatan edukasi ini diisi secara langsung oleh petugas BBPOM di Semarang, Nahriyati, yang memberikan pemaparan interaktif mengenai "Tiga Bahaya pada Pangan". Dalam sesi tersebut, para siswa diajak untuk mengenali dan mewaspadai tiga jenis cemaran utama pada makanan, yaitu bahaya fisik (seperti debu, rambut, atau staples), bahaya kimia (seperti penggunaan bahan berbahaya pewarna atau pengawet non-pangan), dan bahaya biologis atau mikrobiologi yang disebabkan oleh kuman serta bakteri akibat kurang menjaga kebersihan.

Tidak hanya mengenalkan potensi risiko, BBPOM di Semarang juga membekali seluruh peserta dengan panduan praktis berupa tips dan trik menjadi konsumen yang cerdas. Salah satu langkah utama yang ditekankan adalah kebiasaan melakukan Cek KLIK, yaitu: Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, Cek Kedaluwarsa. Siswa diajak untuk selalu melatih kebiasaan meneliti produk sebelum dibeli dan dikonsumsi, baik saat berbelanja di kantin sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.

Nahriyati juga berpesan agar mulai hari ini membiasakan menjadi konsumen yang lebih teliti dan kritis. Selalu ingat langkah Cek KLIK sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan demi menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Melalui sosialisasi ini, BBPOM di Semarang berharap para siswa tidak hanya cermat dalam memilih jajanan sehat dan aman di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah, namun juga mampu menjadi agen perubahan yang membagikan informasi keamanan pangan ini kepada keluarga dan teman-teman di sekitar mereka sehingga semakin banyak orang yang memahami pentingnya memilih pangan yang aman.

Sarana