Dari Ide Menjadi Aksi: Pegawai BBPOM di Semarang Kampanyekan Antikorupsi Lewat Video Kreatif

08-09-2026 Umum Dilihat 56 kali

Semarang – Penguatan budaya integritas di lingkungan kerja tidak hanya dilakukan melalui pemahaman terhadap regulasi dan kebijakan, tetapi juga dapat dikemas secara kreatif dan komunikatif. Hal tersebut diwujudkan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang melalui kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Integritas: Implementasi Nilai Akuntabel BerAKHLAK serta Budaya Antigratifikasi dan Antikorupsi bagi Pegawai BBPOM di Semarang, yang dilaksanakan pada Selasa (08/09/2026).

Salah satu rangkaian kegiatan tersebut diisi dengan pelatihan Materi dan Pembuatan Video Asyik Kampanye Antigratifikasi dan Antikorupsi. Kegiatan ini dirancang untuk membekali pegawai dengan kemampuan menyampaikan pesan-pesan integritas melalui media audiovisual yang kreatif, menarik, dan mudah dipahami oleh masyarakat maupun lingkungan internal organisasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelatihan sinematografi dan videografi. Dalam sesi ini, pegawai mendapatkan pemahaman mengenai teknik dasar produksi video, mulai dari penyusunan ide, pengambilan gambar, teknik sinematografi, hingga penyampaian pesan melalui video yang efektif.

Pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru bagi para pegawai untuk mengemas pesan antikorupsi dan antigratifikasi dengan pendekatan yang lebih dekat dengan perkembangan komunikasi digital saat ini. Kreativitas menjadi salah satu unsur penting agar pesan integritas dapat disampaikan secara sederhana, menarik, sekaligus memiliki makna yang kuat.

Tidak berhenti pada penyampaian materi, para pegawai kemudian diajak bekerja secara berkelompok untuk menghasilkan video edukasi antikorupsi dan antigratifikasi. Sebanyak 10 kelompok dibentuk sebagai bagian dari rangkaian kegiatan kampanye kreatif tersebut.

Para pegawai ditantang untuk menuangkan gagasan terbaik mereka dalam bentuk video kampanye. Setiap kelompok menyusun konsep, melakukan proses produksi, hingga menghasilkan video yang mengangkat pesan mengenai pencegahan gratifikasi, antikorupsi, integritas, serta penerapan nilai-nilai akuntabel dalam kehidupan sehari-hari maupun pelaksanaan tugas kedinasan.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi pegawai dalam membuat konten untuk media sosial, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan awareness terhadap pentingnya pengendalian integritas. Melalui proses kreatif tersebut, pegawai didorong untuk memahami bahwa upaya pencegahan korupsi merupakan tanggung jawab bersama dan dapat dikomunikasikan dengan berbagai cara yang inovatif.

Selain itu, proses kerjasama dalam pembuatan video diharapkan dapat mengasah kemampuan pegawai dalam berkolaborasi, menyusun pesan, berpikir kreatif, serta menyampaikan nilai-nilai antikorupsi secara komunikatif dan mudah dipahami.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan kualitas karya yang dihasilkan, nantinya akan dipilih video terbaik pilihan juri dan video terfavorit. Penilaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi setiap kelompok untuk menghasilkan karya terbaik sekaligus memperluas gaung kampanye antigratifikasi dan antikorupsi di lingkungan BBPOM di Semarang.

Melalui kegiatan ini, BBPOM di Semarang terus mendorong terwujudnya budaya kerja yang berintegritas dengan memanfaatkan berbagai pendekatan yang kreatif dan adaptif. Kampanye antigratifikasi dan antikorupsi tidak hanya menjadi pesan yang disampaikan secara formal, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang dikemas secara kreatif, dekat dengan generasi digital, dan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Dengan semangat BerAKHLAK, mari bersama wujudkan insan BBPOM di Semarang yang berintegritas, akuntabel, dan berkomitmen untuk menolak gratifikasi serta segala bentuk korupsi.

Sarana