BBPOM Semarang Fasilitasi Pendampingan Program Manajemen Risiko (PMR) Bertahap bagi UMKM Pangan Olahan Steril Komersial

04-09-2026 Umum Dilihat 53 kali

Semarang– Guna menjamin keamanan dan mutu produk pangan olahan berisiko tinggi, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam mendampingi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar naik kelas. Tim Kerja Sertifikasi BBPOM di Semarang berkolaborasi dengan Direktorat Pengawasan Produksi Pangan Olahan Risiko Tinggi dan Teknologi Baru BPOM menggelar kegiatan Pendampingan Proses Program Manajemen Risiko (PMR) Bertahap bagi pelaku UMKM secara daring pada Kamis (3/9/2026),

Kegiatan pendampingan ini difokuskan kepada para pelaku usaha yang memproduksi pangan olahan steril komersial, sebuah kategori produk yang tergolong sebagai pangan berisiko tinggi dan membutuhkan pengawasan ketat. Terdapat dua sarana produksi yang mengikuti kegiatan pendampingan kali ini, yaitu UMKM Alam Sehati Magelang dan Unit Food Processing SMK 3 Kudus.

Langkah proaktif pembinaan ini dilaksanakan sejalan dengan amanat Peraturan BPOM (PerBPOM) Nomor 10 Tahun 2023 tentang Penerapan Program Manajemen Risiko di Sarana Produksi Pangan Olahan. Melalui regulasi ini, pelaku usaha didorong untuk menerapkan sistem manajemen mutu yang dapat menjamin keamanan produknya secara mandiri.

Dalam pelaksanaannya, BBPOM di Semarang tidak hanya memberikan arahan teknis administratif, tetapi juga hadir sebagai fasilitator yang menjembatani para pelaku usaha lokal dengan BPOM Pusat. Hal ini sangat penting agar tidak ada birokrasi yang menghambat perizinan dan mempercepat proses penerbitan izin edar.

"Jika ada kesulitan atau kendala komunikasi dengan pusat terkait proses pendaftaran maupun kendala teknis lainnya, BBPOM di Semarang siap bantu menjembatani dan memfasilitasi secara penuh," jelas perwakilan Tim Kerja Sertifikasi BBPOM di Semarang.

Pendampingan intensif melalui layanan jemput bola ini langsung membuahkan hasil positif dan nyata. Kedua pelaku usaha berhasil mendapatkan dan mengaktivasi Akun PMR. Tidak berhenti di situ, petugas juga secara langsung memandu pihak Alam Sehati Magelang dan Food Processing SMK 3 Kudus langkah demi langkah dalam menyusun dan mengajukan berkas-berkas persyaratan ke dalam sistem BPOM.

Dengan adanya pendampingan komprehensif ini, BBPOM di Semarang berharap UMKM dan unit usaha pendidikan di Jawa Tengah semakin memahami pentingnya standar keamanan pangan serta merasakan kemudahan dalam pelayanan. Kedepannya, produsen pangan olahan steril komersial lokal diharapkan dapat segera mendapatkan izin edar, memperluas jangkauan pasar, dan terus konsisten memproduksi pangan yang aman, bermutu, dan berdaya saing tinggi.

Sarana