BBPOM di Semarang Gelar Advokasi KIE Keamanan Pangan: Perkuat Ekosistem Perlindungan Penerima Manfaat MBG dan Tekan Risiko KLB

24-07-2026 Umum Dilihat 138 kali

Semarang – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang menyelenggarakan Pertemuan Advokasi Program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Pembudayaan Keamanan Pangan kepada Komunitas Sekolah dan Posyandu pada Rabu (22/07/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Lawang Sewu Lt. 3 Kantor BBPOM di Semarang ini digelar sebagai langkah strategis dalam mengawal keamanan pangan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) serta menekan risiko Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan.

Pertemuan lintas sektor ini dihadiri oleh perwakilan berbagai instansi Pemerintah Kota Semarang, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Tengah, Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), Kementerian Agama, Tim Penggerak PKK Kota dan Kecamatan serta perwakilan sekolah penerima manfaat MBG.

Komitmen Bersama Mendukung Program Nasional dan Mencegah KLB

Kepala BBPOM di Semarang, Rustyawati dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa BBPOM di Semarang berkomitmen penuh mendukung Asta Cita ke-4 Pemerintah dalam pembangunan SDM unggul melalui program MBG. Namun, tingginya volume pengolahan pangan siap saji rentan terhadap kontaminasi mikrobiologi akibat kesalahan penanganan (mishandling).

"Program MBG harus kita dukung penuh. Data menunjukkan mayoritas kasus keracunan pangan dipicu oleh kontaminasi mikrobiologi akibat pengolahan dan penanganan yang kurang tepat. Untuk itu, kita perlu membangun 'perisai bersama' lewat peningkatan literasi dan pemberdayaan kader lokal agar masyarakat sadar akan keamanan pangan,"  tegas Rustyawati.

Sinergi Lintas Sektor dan Penetapan Lokus Intervensi

Dalam pertemuan ini, disepakati bahwa intervensi akan difokuskan pada kelompok rentan penerima manfaat MBG—seperti balita, anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui—yang berada di wilayah sekitar lokus dengan riwayat keracunan pangan dengan Kota Semarang sebagai pilot project.

Berdasarkan hasil pemetaan dan kesepakatan bersama, telah ditetapkan lokasi target intervensi di Kota Semarang untuk tahun 2026 yang meliputi 9 Sekolah dan 24 Posyandu di 3 Kecamatan. 

Peran Kader dan Tahapan Pelaksanaan

Edukasi keamanan pangan ini akan melibatkan tenaga pengajar sebagai Kader Keamanan Pangan Sekolah  dan untuk Kader Keamanan Pangan Posyandu akan berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK dari masing – masing Kecamatan.

Pelaksanaan program secara intensif dilaksanakan dalam jangka waktu bulan Juli sampai dengan Oktober 2026 dengan beberapa tahapan dimulai dari pembekalan kader melalui Bimbingan Teknis hingga kegiatan monitoring dan evaluasi. Kader Keamanan Pangan dibekali pengetahuan yang mencakup protokol wajib keamanan pangan MBG, praktik Cek KLIK & BPOM Mobile, SOP penerimaan makanan MBG, serta tata kelola penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) Keamanan Pangan.

Rekomendasi dan Keberlanjutan Program

Di akhir acara, rekomendasi kesepakatan Bersama terkait komitmen untuk tidak hanya menjalankan program ini pada tahun 2026, melainkan juga menjaga keberlanjutan serta mereplikasi model ekosistem edukasi keamanan pangan ini di tahun-tahun mendatang secara mandiri.

Melalui sinergitas dan kolaborasi bersama dengan lintas sektor,  BBPOM di Semarang optimis  program ini mampu memperkuat pemahaman budaya keamanan pangan sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat yaitu peningkatan kualitas kesehatan dan tumbuh-kembang anak serta menurunkan angka stunting.

 

Sarana