FAQ - LAYANAN PUBLIK
9 Juni 2021 21:07
Hot Issue

Bagaimana cara melakukan pengaduan di BBPOM di Semarang ?
Pengaduan dapat dilakukan melalui :

  1. Kantor BBPOM di Semarang : Jl. Sukun Raya No. 41A Banyumanik Semarang
  2. Telepon : (024) 7612324
  3. Fax : (024) 7612325
  4. Whatsapp : 0812 2569  4252
  5. Email : bpom_semarang@pom.go.id
  6. FB : BBPOM di Semarang
  7. Instagram : @bpomsemarang
  8. Twitter : @ bpomsemarang

 

Pangan Olahan Apa saja yang wajib di daftarkan di BPOM ?
Setiap pangan olahan baik yang diproduksi di dalam negeri atau yang diimpor untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran wajib memiliki Izin Edar yang diterbitkan oleh Kepala BPOM RI.

  1. Pangan tersebut termasuk:
  2. Pangan fortifikasi.
  3. Pangan SNI wajib.
  4. Pangan program pemerintah.
  5. Pangan yang ditujukan untuk uji pasar; dan/atau BTP.
  6. Pangan yang diproses dengan sterilisasi komersial atau pasteurisasi.
  7. Pangan yang diproses dengan pembekuan (frozen food) yang penyimpanannya memerlukan lemari pembeku.
  8. Pangan olahan asal hewan yang disimpan dingin/beku.
  9. Pangan diet khusus dan pangan keperluan medis khusus, antara lain MP-ASI, booster ASI, formula bayi, formula lanjutan, pangan untuk penderita diabetes.
  10. Sesuai Peraturan BPOM nomor 27 tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan dan Peraturan 22 tahun 2017 tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga.

 

Apakah pangan olahan yang dijual untuk kepentingan hotel, restoran dan katering perlu didaftarkan ?
Untuk pangan olahan yang langsung dijual ke hotel, restoran dan katering dan digunakan untuk membuat pangan olahan lainnya tidak perlu didaftarkan, kecuali jika pangan olahan tersebut dalam bentuk kemasan eceran (retail packaging) dan berlabel lengkap.

 

Apakah Produk private label (mencantumkan logo hotel, maskapai penerbangan dan sebagainya) harus didaftarkan terpisah dari produk dengan merek yang sama dan bukan private label ? apakah perlu prosedur khusus ?
Private Label harus didaftarkan secara terpisah (daftar baru). Prosedur dan persyaratannya sama seperti pendaftaran baru, tetapi ditambahkan surat kerjasama.

 

 

Apakah untuk mendaftarkan pangan olahan dikenai biaya biaya pendaftaran ?
Biaya pendaftaran mengacu kepada Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2017 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Badan Pengawas Obat dan Makanan.

 

Bagaimana cara Pendaftaran Produk dan dokumen apa saja yang diperlukan ?

Download di sini

Apakah produk yang sedang dalam proses pendaftaran BPOM dapat diperjualbelikan/diedarkan?
Produk yang sedang dalam proses pendaftaran di BPOM tidak dapat diperjualbelikan/diedarkan, sehingga jika terdapat produk yang sedang dalam proses pendaftaran dan belum mendapatkan nomor izin edar diperjualbelikan di pasaran, produk tersebut termasuk ke dalam produk ilegal.

 

Berapa lama masa berlaku ijin edar ?
Izin Edar Pangan dan Obat Tradisional berlaku selama 5 (lima) tahun, notifikasi kosmetika berlaku selama 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang melalui Pendaftaran kembali (ulang) setelah berakhir masa berlakunya. Izin Edar yang telah habis masa berlakunya dinyatakan tidak berlaku.

 

Apa Perbedaan Sertifikat Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik ( CPKB ) dengan Surat Keterangan CPKB ?

  1. Sertifikat CPKB adalah dokumen sah yang merupakan bukti bahwa Industri Kosmetika telah memenuhi persyaratan CPKB dalam pembuatan Kosmetika.
  2. Surat Keterangan Penerapan CPKB merupakan dokumen rekomendasi penerapan CPKB yang diterbitkan dan ditandatangani oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik.

 

Peraturan apa saja yang digunakan sebagai acuan dalam proses pengajuan Sertifikat CPKB, Sertifikasi Pemenuhan Aspek CPKB, dan Rekomendasi Sebagai Pemohon Notifikasi Kosmetika ?

Peraturan yang dapat digunakan sebagai acuan pengajuan sertifikat CPKB, Surat Keterangan Penerapan CPKB, dan Rekomendasi Kosmetika adalah:

  1. Peraturan Pemerintah No.24 Tahun 2018 Tentang Pelayanan Perijinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik
  2. Peraturan Menteri Kesehatan No. 1175 Tahun 2010 Tentang Industri Kosmetik
  3. Peraturan Meteri Kesehatan No. 26 Tahun 2018 Tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Sektor Kesehatan
  4. Peraturan Badan POM No 26 Tahun 2018 Tentang Pelayanan Perijinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Sektor Obat dan Makanan
  5. Peraturan Badan POM No.27 Tahun 2018 Tentang Standar Pelayanan Publik di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan
  6. Peraturan Badan POM No.25 Tahun 2019 Tentang Pedoman Cara Pembuatan Kosmetik Yang Baik
  7. Peraturan Badan POM No.2 Tahun 2020 Tentang Pengawasan Produksi dan Peredaran Kosmetik
  8. Peraturan Badan POM No.12 Tahun 2020 Tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetik
  9. Peraturan Badan POM No. 31 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan No. 25 Tahun 2019 Tentang Pedoman Cara Pembuatan Kosmetika Yang Baik

 

Dimanakah Pendaftar dapat mengakses peraturan-peraturan terkait pendaftaran Pangan Olahan, Kosmetika, Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan ?
Peraturan dapat diakses secara online di http://jdih.pom.go.id/

 

Apa yang dimaksud Sistem e-sertifikasi.pom.go.id ?

Sistem e-sertifikasi.pom.go.id adalah website yang digunakan untuk pengajuan layanan sertifikat cara pembuatan yang baik di Badan POM, mencakup Cara Pembuatan Obat yang Baik, Cara Distribusi Obat yang Baik, Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik, dan Cara Pembuatan Pangan Olahan yang Baik

Pengajuan apa saja yang dilakukan melalui sistem e-seritifkasi.pom.go.id yang berkaitan dengan perizinan sarana industri kosmetika ?

Pengajuan terkait sarana industri kosmetika melalui sistem e-sertifikasi.pom.go.id yaitu:

1. Pengajuan persetujuan denah bangunan industri kosmetika, baik baru maupun perubahan

2. Pengajuan sertifikasi CPKB, baik baru, perubahan maupun perpanjangan 

 

 

Sediaan apa saja yang boleh diproduksi oleh UMOT, UKOT 1, UKOT 2 dan IOT  ?

  1. UMOT boleh memproduksi : Param, Tapel, Pilis, Rajangan dan Cairan Obat Luar.
  2. UKOT 2 boleh memproduksi : Serbuk, Param, Pil, Tapel, Pilis, Rajangan, Krim, Balsem, Salep dan Cairan Obat Luar.
  3. UKOT 1 boleh memproduksi : Serbuk, Param, Pil, Tapel, Pilis, Rajangan, Krim, Balsem, Salep, Cairan Obat Luar dan Cairan Obat Dalam.
  4. IOT boleh memproduksi : boleh memproduksi semua bentuk sediaan tradisional.

 

Apa Perbedaan Sertifikat Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik ( CPKB ) dengan Surat Keterangan CPKB ?

  1. Sertifikat CPKB adalah dokumen sah yang merupakan bukti bahwa Industri Kosmetika telah memenuhi persyaratan CPKB dalam pembuatan Kosmetika.
  2. Surat Keterangan Penerapan CPKB merupakan dokumen rekomendasi penerapan CPKB yang diterbitkan dan ditandatangani oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik.